SURABAYA – Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang. Khususnya melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah diakses, terjangkau, dan bernilai gizi tinggi. Tahun ini, HGN mengusung tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”.
Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surabaya, H. Akhmad Setiadi, menegaskan bahwa pangan lokal memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Tema Hari Gizi Nasional tahun ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat. Pangan lokal seperti ikan, telur, tempe, tahu, sayur, dan buah-buahan sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi gizi seimbang anak jika diolah dan dikonsumsi dengan benar,” ujar Akhmad Setiadi.
Ia menambahkan, pemanfaatan pangan lokal juga dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam menekan permasalahan gizi, termasuk stunting, tanpa harus bergantung pada bahan pangan impor.
“Yang terpenting adalah edukasi. Keluarga perlu memahami bahwa gizi seimbang tidak harus mahal. Dengan pangan lokal yang ada di sekitar kita, kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral anak dapat terpenuhi,” tambahnya.
Meski Kota Surabaya mencatat penurunan signifikan angka stunting, tantangan pemenuhan gizi seimbang masih menjadi perhatian. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa pada kelompok anak usia 6-24 bulan di beberapa wilayah Surabaya lebih dari 50 persen anak masih mengalami kekurangan kecukupan energi harian.
Sementara itu, sekitar 57 persen mengalami defisit asupan karbohidrat. Asupan protein pada sebagian anak justru sudah mencukupi bahkan berlebih, dan masih ditemukan adanya kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi pada lebih dari separuh anak. Kondisi ini menandakan bahwa permasalahan gizi tidak hanya soal kuantitas makanan, tetapi juga keseimbangan dan keberagaman zat gizi yang dikonsumsi.
Akhmad Setiadi menambahkan, peringatan Hari Gizi Nasional harus menjadi pengingat bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam pemenuhan gizi anak.
“LDII terus mendorong warganya untuk membiasakan pola makan bergizi seimbang di rumah, memanfaatkan pangan lokal, serta menerapkan gaya hidup sehat. Jika ini dilakukan secara konsisten, insyaallah kualitas kesehatan generasi mendatang akan semakin baik,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sebagai investasi menuju generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing. Selain mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilih dan mengolah makanan sehari-hari, juga memperkuat peran pangan lokal sebagai sumber utama pemenuhan gizi anak di Surabaya.













