SURABAYA – DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur terus memperkuat publikasi organisasi melalui kaderisasi jurnalis dan peningkatan literasi digital. Komitmen tersebut diwujudkan lewat kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur dalam dialog Podcast Ruang Informasi, Selasa (3/2).
Kegiatan yang dipandu Pranata Humas Ahli Pertama Diskominfo Jatim, Sa’adah Hafidz, menghadirkan Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII serta Biro KIM DPW LDII Jawa Timur untuk membahas strategi komunikasi publik dan penguatan konten positif di media sosial.
Ketua Departemen KIM DPP LDII, Ludhy Cahyana, menjelaskan bahwa kerja sama literasi digital LDII telah dimulai sejak 2007 bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui program Gerakan Internet Sehat (GIS). “Sejak awal kami melihat pentingnya literasi digital untuk mengantisipasi media sosial agar tidak berubah menjadi ruang publik yang membahayakan masyarakat,” ujar Ludhy.
Ia mencontohkan, media sosial yang awalnya sekadar sarana silaturahmi berkembang menjadi alat kampanye politik, bahkan berpotensi disalahgunakan untuk kampanye hitam. Karena itu, LDII mulai membangun kanal komunikasi resmi organisasi.
Sebagai langkah konkret, LDII mendirikan LDII News Network (LINES) pada 10 November 2013 sebagai kantor berita resmi organisasi. Saat ini, LINES memproduksi lebih dari 300 berita setiap bulan, ratusan konten media sosial, serta membentuk koordinator wilayah untuk memantau publikasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Pelatihan jurnalistik menjadi bagian penting untuk memperkuat kualitas pemberitaan sekaligus kaderisasi jurnalis organisasi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Biro KIM DPW LDII Jawa Timur, Sofyan Gani, menegaskan bahwa pelatihan jurnalistik LDII Jatim merupakan agenda tahunan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang komunikasi dan media.
Menurutnya, literasi digital tidak hanya sebatas kemampuan menulis berita, tetapi juga mencakup kecakapan bermedia sosial secara bijak. “Kami ingin warga LDII tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga produsen konten positif yang bermanfaat. Jangan sampai hanya mengejar viral, namun mengabaikan kebenaran informasi,” kata Sofyan.
Sejak 2024, LDII Jawa Timur juga menjalin kerja sama literasi digital dengan Diskominfo Jatim guna memperluas edukasi kepada masyarakat.
Ia menambahkan, pelatihan jurnalistik akan digelar pada 7 Februari 2026 dengan melibatkan sekitar 200 peserta. Setiap DPD LDII kabupaten/kota mengirim empat perwakilan, mayoritas generasi muda yang aktif di media sosial. “Mereka inilah yang nantinya menjadi motor publikasi LDII di daerah sekaligus agen literasi digital di lingkungannya,” ungkap Sofyan.
Melalui program ini, LDII berharap masyarakat semakin kritis dalam menerima informasi, terbiasa melakukan cek dan ricek fakta, serta memanfaatkan media sosial untuk memperkuat persatuan dan kerukunan. “Literasi digital bukan hanya memahami informasi, tetapi juga menghasilkan konten yang berdampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.













