SURABAYA — Polrestabes Surabaya menggandeng PC LDII Gayungan untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui program Safari Jumat Berkah di Masjid Al Barokah, Gayungan, Surabaya, Jumat (30/1). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus edukasi langsung kepada warga tentang bahaya narkoba dan pentingnya pengawasan keluarga.
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Rosyid Hartanto hadir memberikan imbauan kepada jamaah usai salat Jumat. Ia menegaskan, menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri. Ini tanggung jawab kita bersama, terutama peran orang tua dalam membimbing anak-anaknya,” ujarnya.
Rosyid mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba masih menjadi persoalan serius di Surabaya. Data kepolisian menunjukkan sekitar 60 persen pengguna narkoba berasal dari usia 17–25 tahun, kelompok usia produktif yang rentan terpengaruh lingkungan negatif.
Ia mencontohkan peredaran pil koplo yang dijual murah, bahkan sekitar Rp10 ribu, namun berdampak berbahaya seperti halusinasi hingga kerusakan otak. “Kalau sudah kecanduan, pemulihannya sangat sulit. Karena itu pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan,” tegasnya.
Selain narkoba, Rosyid juga mengingatkan risiko penggunaan media sosial tanpa pendampingan. Menurutnya, arus informasi digital yang bebas dapat memengaruhi perilaku anak jika tidak diawasi. “Polri tidak mungkin mengawasi 24 jam. Pengawasan utama tetap ada pada orang tua,” katanya.
Ia menekankan keluarga sebagai benteng pertama pembentukan karakter, termasuk dalam pengawasan pergaulan dan penggunaan internet.
Kegiatan Safari Jumat Berkah ini sekaligus memperkuat sinergi Polrestabes Surabaya dan PC LDII Gayungan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman, religius, dan kondusif. Melalui pendekatan dialogis di masjid, kepolisian berharap pesan kamtibmas lebih mudah diterima dan diterapkan warga dalam kehidupan sehari-hari.













