JAKARTA – Peringatan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) pada 4 Februari 2026 kembali menjadi alarm global bagi masyarakat dunia untuk meningkatkan kesadaran, deteksi dini, serta pencegahan penyakit kanker. Penyakit tidak menular ini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan jutaan kasus baru setiap tahunnya, termasuk ratusan ribu penderita di Indonesia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan International Agency for Research on Cancer (IARC) mencatat, sekitar 18-19 juta kasus kanker baru terjadi secara global setiap tahun, dengan lebih dari 10 juta kematian. Ironisnya, para ahli menegaskan hampir 40 persen kasus kanker sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup dan deteksi dini.
Kanker kini menjadi tantangan besar sistem kesehatan global. Faktor risiko seperti merokok, konsumsi alkohol, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, serta polusi udara, menjadi pemicu utama meningkatnya angka kejadian kanker.
Jenis kanker yang paling banyak ditemukan di dunia meliputi kanker paru-paru, payudara, kolorektal, prostat, dan hati. Negara berkembang menghadapi risiko lebih tinggi akibat keterbatasan akses skrining dan layanan medis.
Data kesehatan nasional menunjukkan sekitar 408.000 kasus kanker baru per tahun serta 242.000 kasus kematian akibat kanker. Prevalensi terus meningkat dalam satu dekade terakhir
Jenis kanker yang paling banyak menyerang masyarakat Indonesia antara lain: kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru, kanker kolorektal, dan kanker hati. Tingginya angka kematian sebagian besar disebabkan pasien datang dalam kondisi stadium lanjut karena kurangnya kesadaran skrining rutin.
Hari Kanker Sedunia bukan sekadar peringatan simbolis, melainkan ajakan global untuk meningkatkan literasi kesehatan, memperluas akses skrining, mempercepat diagnosis, dan memperkuat solidaritas bagi penyintas kanker. Pendekatan ini menempatkan pasien sebagai pusat layanan kesehatan, dengan dukungan keluarga, komunitas, dan pemerintah.
Pakar kesehatan menegaskan sebagian besar kanker dapat dicegah melalui perubahan perilaku. Berikut langkah preventif yang direkomendasikan, di antaranya berhenti merokok, pola makan seimbang, rutin berolahraga, hindari minuman beralkohol, serta rutin vaksin dan skrining. Deteksi dini terbukti meningkatkan peluang sembuh hingga 90 persen pada beberapa jenis kanker.
Mengutip dari situs World Cancer Day oleh UICC, Hari Kanker Sedunia 2025-2027 mengangkat tema “United by Unique“, menempatkan manusia sebagai pusat perawatan dan kisah mereka sebagai inti dari percakapan. Tema ini menjadi pengingat bahwa kanker bukan akhir segalanya dan banyak kasus dapat dicegah. Kesadaran masyarakat, pola hidup sehat, serta pemeriksaan rutin menjadi kunci utama menekan angka kematian.
Momentum Hari Kanker Sedunia menjadi pengingat bahwa upaya promotif dan preventif jauh lebih efektif dibanding pengobatan pada stadium lanjut. Dengan kolaborasi pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat, beban kanker di Indonesia diharapkan dapat ditekan sehingga generasi mendatang hidup lebih sehat dan produktif.













