LDII SURABAYA
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • DAFTAR WEBSITE LDII
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • DAFTAR WEBSITE LDII
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII SURABAYA
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Ketua Umum LDII Tegaskan Pers Harus Independen, Tolak Kepentingan Politik dan Kekuasaan

Widi Yunani by Widi Yunani
9 Februari 2026
in NASIONAL
9 0
A A
0
Ketua Umum LDII Tegaskan Pers Harus Independen, Tolak Kepentingan Politik dan Kekuasaan

Ketua Umum DPP LDII< KH. Chriswanto Santoso. Sumber: Dok. LINES

8
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

JAKARTA – Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Chriswanto Santoso, menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai pilar utama demokrasi dan harus tetap berdiri di atas kepentingan rakyat. Menurutnya, kemerdekaan pers hanya akan bermakna jika terbebas dari tekanan politik, kepentingan kekuasaan, serta pembingkaian yang merugikan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan KH Chriswanto dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diperingati setiap 9 Februari. Tahun ini, HPN mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, yang dinilai relevan dengan tantangan pers di era digital.

KH Chriswanto menekankan bahwa demokrasi sejati bertumpu pada kedaulatan rakyat. Oleh karena itu, pers yang sehat adalah pers yang mampu menyuarakan nilai moral, nurani, dan kebutuhan nyata masyarakat di akar rumput. “Jika pers sudah terkontaminasi kepentingan politik, apalagi digunakan untuk menekan rakyat, maka itu bukan pers yang diharapkan masyarakat,” ujar Chriswanto, Minggu (8/2/2026).

Ia mengingatkan, ketika media dijadikan alat propaganda kekuasaan, fungsi pers sebagai pengawal demokrasi akan rusak. Padahal, pers seharusnya menyajikan informasi yang valid, berimbang, dan solutif, bukan sekadar membangun opini atau membingkai kepentingan tertentu. “Pers harus membawa nilai-nilai nurani masyarakat. Informasi yang disampaikan harus jujur, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada publik maupun otoritas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Chriswanto juga menyoroti peran organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam, termasuk LDII, sebagai representasi nyata suara masyarakat. Menurutnya, Ormas bersentuhan langsung dengan persoalan di lapangan sehingga memahami kebutuhan riil masyarakat. “Ormas adalah pembawa aspirasi masyarakat. Karena itu, Ormas juga harus bebas dari kepentingan kekuasaan dan lebih mengedepankan kepentingan umat,” jelasnya.

Ia menambahkan, Ormas memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, yakni menyampaikan persoalan dari bawah ke atas serta meneruskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat melalui komunikasi yang sehat dan berimbang, termasuk lewat pers. “Yang paling tahu persoalan di lapangan itu justru Ormas. Maka Ormas harus konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

KH Chriswanto juga menyoroti beratnya tantangan pers saat ini, terutama dengan kehadiran media sosial. Dari sisi bisnis, kecepatan informasi, hingga tekanan opini publik, media arus utama kerap kalah cepat dan “kalah berisik” dibandingkan warganet. “Sekarang muncul anekdot ‘no viral no justice’,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa media sosial juga menyimpan risiko besar, terutama maraknya hoaks dan false truth atau kebenaran yang dipelintir melalui pembingkaian kepentingan tertentu.

Dalam konteks ini, media arus utama dinilai memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga kebenaran faktual dan kredibilitas informasi. “Media massa harus menjadi rujukan informasi yang valid dan terpercaya. Jangan sampai terbawa arus kepentingan ekonomi maupun politik yang merusak independensi pers,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, KH Chriswanto berharap pers Indonesia ke depan mampu menjaga kemandirian, menjunjung tinggi kejujuran, serta konsisten menyajikan informasi yang benar dan faktual. Dengan pers yang sehat dan independen, masyarakat dan pemerintah dapat mengambil keputusan secara tepat demi terwujudnya bangsa yang berdaulat dan kuat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

9 Juni 2016
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
Foto: http://dakwahislam.net/

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
Kirab Bendera Merah Putih Raksasa yang diadakan oleh Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Selasa (16/8) pagi. Dok: LDII Kediri.

Lima Penerapan Sumpah Pemuda dalam Kehidupan Sehari-Hari

28 Oktober 2022
Rakerda DPD LDII Kota Surabaya Tahun 2024

Rakerda DPD LDII Kota Surabaya Tahun 2024

17
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan Hisab dan Rukyat Angkatan ke-3

Meningkatkan Kompetensi Tim Falakiyah Menghadapi Tantangan Hisab dan Rukyat di Era Modern

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu (15/4) di Gedung DPD LDII Gresik. Dok: Lines.

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Ketua Umum LDII Tegaskan Pers Harus Independen, Tolak Kepentingan Politik dan Kekuasaan

Ketua Umum LDII Tegaskan Pers Harus Independen, Tolak Kepentingan Politik dan Kekuasaan

9 Februari 2026
Kaderisasi Jurnalis Organisasi, LDII Jatim Perkuat Publikasi dan Literasi Digital Bersama Diskominfo

Kaderisasi Jurnalis Organisasi, LDII Jatim Perkuat Publikasi dan Literasi Digital Bersama Diskominfo

4 Februari 2026
LDII Surabaya Ikut Rumuskan Panduan Zakat, Fidyah, dan Kafarah 2026

LDII Surabaya Ikut Rumuskan Panduan Zakat, Fidyah, dan Kafarah 2026

4 Februari 2026
Hari Kanker Sedunia 2026: 400 Ribu Kasus Baru di Indonesia, Pencegahan dan Deteksi Dini Jadi Kunci Tekan Angka Kematian

Hari Kanker Sedunia 2026: 400 Ribu Kasus Baru di Indonesia, Pencegahan dan Deteksi Dini Jadi Kunci Tekan Angka Kematian

4 Februari 2026

BERITA TERKINI

Ketua Umum LDII Tegaskan Pers Harus Independen, Tolak Kepentingan Politik dan Kekuasaan

Ketua Umum LDII Tegaskan Pers Harus Independen, Tolak Kepentingan Politik dan Kekuasaan

9 Februari 2026
Kaderisasi Jurnalis Organisasi, LDII Jatim Perkuat Publikasi dan Literasi Digital Bersama Diskominfo

Kaderisasi Jurnalis Organisasi, LDII Jatim Perkuat Publikasi dan Literasi Digital Bersama Diskominfo

4 Februari 2026
LDII Surabaya Ikut Rumuskan Panduan Zakat, Fidyah, dan Kafarah 2026

LDII Surabaya Ikut Rumuskan Panduan Zakat, Fidyah, dan Kafarah 2026

4 Februari 2026
Hari Kanker Sedunia 2026: 400 Ribu Kasus Baru di Indonesia, Pencegahan dan Deteksi Dini Jadi Kunci Tekan Angka Kematian

Hari Kanker Sedunia 2026: 400 Ribu Kasus Baru di Indonesia, Pencegahan dan Deteksi Dini Jadi Kunci Tekan Angka Kematian

4 Februari 2026
  • BERANDA
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TENTANG KAMI

© 2024 LDII SURABAYA - Official Website LDII SURABAYA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • EDUKASI
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • HUBUNGI KAMI
  • DAFTAR WEBSITE LDII

© 2024 LDII SURABAYA - Official Website LDII SURABAYA