SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Surabaya menghadiri Pelantikan dan Musyawarah Kerja Idaroh Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Kota Surabaya Periode 2026–2030. Kegiatan yang diikuti sekitar 1.000 peserta tersebut digelar di Graha Sawunggaling, Surabaya, pada Minggu (12/7/2026).
Kehadiran jajaran pengurus LDII ini menjadi bentuk komitmen organisasi untuk terus menjalin komunikasi, memperkuat silaturahim, serta membangun kolaborasi antarormas Islam dalam menjaga kerukunan di Kota Surabaya.
Pelantikan pengurus baru periode 2026–2030 tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Idaroh Syu’biyyah Jatman Kota Surabaya, Abdul Mutholib, yang juga merupakan pengurus MUI Kota Surabaya. Selain pelantikan, agenda utama lainnya adalah forum musyawarah kerja untuk merumuskan berbagai program strategis Jatman bagi masyarakat.
Dalam acara tersebut, DPD LDII Kota Surabaya diwakili oleh salah satu pengurusnya, Bustanul Arifin, dengan didampingi oleh Agus Setyoadji, Wiyono, Saean, Djonli, dan Faisal Tsaqib.
Selain LDII, acara ini juga dihadiri oleh berbagai unsur organisasi Islam dan tokoh masyarakat. Di antaranya adalah Banser NU, Fatayat NU, MUI Kota Surabaya, ‘Aisyiyah Muhammadiyah, Muhammadiyah, serta sejumlah tokoh NU seperti KH Muchid Murtadlho dan KH Kemas Abdurrohman.
Pengurus DPD LDII Kota Surabaya, Bustanul Arifin menyatakan, kehadiran LDII dalam forum ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam mempererat hubungan baik dengan seluruh elemen umat Islam di Surabaya.
”Kehadiran kami dalam forum ini bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi wujud komitmen LDII untuk terus mempererat silaturahim dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh organisasi Islam di Kota Surabaya,” ujar Bustanul.
Bustanul menambahkan bahwa komunikasi yang baik antarlembaga keagamaan merupakan fondasi penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Melalui ruang dialog dan silaturahim, setiap organisasi dapat saling mengenal, memahami, dan memperkuat kerja sama.
”Melalui forum seperti ini, kita dapat terus mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat kebersamaan dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Semangat persaudaraan inilah yang harus terus kita rawat bersama,” katanya.
Ia juga menilai keberagaman organisasi Islam di Indonesia merupakan sebuah kekuatan yang harus dijaga dengan semangat saling menghormati, bukan penghalang untuk bersatu.
”Perbedaan yang ada bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan apabila seluruh elemen umat saling menghormati dan memiliki tujuan yang sama untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang damai,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bustanul turut menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus Jatman Kota Surabaya periode 2026–2030 yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru ini dapat menjalankan amanah dengan baik serta memperluas kolaborasi.
”Kami mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus Jatman Kota Surabaya yang baru. Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan baik serta membawa manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan kesiapan DPD LDII Kota Surabaya untuk bersinergi dengan Jatman dalam berbagai program kerja yang memberikan dampak positif, mulai dari bidang keagamaan hingga pembinaan generasi muda.
”DPD LDII Kota Surabaya siap bersinergi dengan kepengurusan Jatman dalam berbagai bidang, baik keagamaan, sosial kemasyarakatan, pendidikan, maupun pembinaan karakter generasi muda,” tuturnya.
Bustanul meyakini bahwa kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan akan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kota Surabaya.
”Semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kerja sama seperti ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen umat Islam untuk terus memelihara persaudaraan dan komunikasi yang baik demi menjaga persatuan bangsa.
”Kerukunan, saling menghormati keyakinan dan aqidah masing-masing, serta komunikasi yang baik harus terus kita pelihara. Dengan begitu, ukhuwah akan semakin kokoh dan masyarakat Kota Surabaya dapat terus hidup dalam suasana yang damai, harmonis, serta bersama-sama membangun daerah menjadi lebih baik,” pungkasnya. (ysy)
