SURABAYA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surabaya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan yang menyasar sekitar 450 warga ini dipusatkan di Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya, Sabtu (20/09/2026).
Wakil Ketua DPD LDII Surabaya, Riko Lazuardi, menjelaskan bahwa program skrining kesehatan massal ini terbuka secara luas bagi masyarakat tanpa membatasi kelompok usia tertentu.
“Target utama sebenarnya tidak menyasar pada kelompok usia tertentu, tapi kita memang secara umum dari remaja sampai dewasa diharapkan semua bisa terscreening dengan baik sehingga bisa dilakukan tindak lanjut untuk kalau ada masalah kesehatan yang lebih lanjut yang perlu ditindaklanjuti,” ujar Riko.
Ia menyebutkan, cek kegiatan gratis hari ini awalnya menyediakan 350 kuota pemeriksaan. Namun peserta terus berdatangan ikut mendaftar dan memeriksakan diri. “Peserta CKG hari ini melebihi kuota yang disediakan. Minat warga cukup besar untuk ikut pemeriksaan kesehatan hari ini hingga di atas 400 peserta,” tambah Riko.
Cek Kesehatan Gratis ini sebelumnya juga telah dilaksanakan secara serentak di beberapa DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Timur. DPD LDII Surabaya baru melaksanakannya hari ini. “Kick off CKG dilaksanakan pada 13 September 2026 lalu di Gresik, sebagai bagian dari program DPW LDII Jawa Timur,” jelas Riko.

Dalam pelaksanaannya, layanan kesehatan ini didukung oleh 17 tenaga kesehatan gabungan dari tiga puskesmas di Surabaya. Penanggung Jawab (PJ) CKG Puskesmas Gayungan, Retno Dwi Kurniasari, memaparkan bahwa fasilitas pemeriksaan yang diberikan mencakup pengukuran antropometri hingga konsultasi medis lanjutan.
“Kami memfasilitasi untuk cek kesehatan gratis meliputi tinggi badan, tensi, dan gula darah. Kami menyediakan untuk konsultasi ke dokter umum jika pasien ini memiliki riwayat hipertensi sama gula darah tinggi,” kata Retno.
Retno merinci, ke-17 tenaga kesehatan yang diterjunkan merupakan kolaborasi lintas puskesmas. “Untuk pagi ini kita menyediakan jumlah tenaga kesehatannya ada 17, karena kita gabungan dari tiga Puskesmas, yaitu Puskesmas Gayungan, Puskesmas Kebonsari, dan Wonokromo,” terangnya.
Lebih lanjut, jika dalam pemeriksaan ditemukan peserta dengan indikasi medis tertentu seperti hipertensi atau hiperglikemia, pihak penyelenggara telah menyiapkan mekanisme rujukan berjenjang. Pasien akan dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) guna mendapatkan penanganan pengobatan lanjutan serta pemeriksaan laboratorium lengkap.

Ia menambahkan, seluruh hasil pemeriksaan kesehatan seluruh peserta nantinya akan terintegrasi secara digital melalui platform resmi pemerintah.
“Untuk hasilnya dari cek kesehatan gratis ini nanti akan masuk ke aplikasi SatuSehat. Ya, jadi kami mendaftarkan di situ nanti kami akan mengirim rapot, jadi hasilnya nanti akan terkirim ke WA masing-masing pasien tersebut. Jadinya nanti bisa dilihat rapotnya tensi, skrining, dan sebagainya untuk masuk ke aplikasi SatuSehat tersebut,” pungkas Retno.
Sementara itu, salah satu peserta Prayogo dari Wiyung, Surabaya mengatakan bahwa cek kesehatan gratis ini memberikan manfaat bagi dirinya. “Ini sangat membantu buat saya, apalagi screening untuk setiap bulan itu bermanfaat buat mengecek kesehatan kita sehari-hari. Sehingga bisa dideteksi kalau ada keluhan-keluhan sekitar gula darah atau diabetes, tekanan darah dan sebagainya,” ujarnya.
Melalui sinergi antara DPD LDII Surabaya dan Dinas Kesehatan ini, pihak penyelenggara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dini penyakit tidak menular dapat terus ditingkatkan, baik melalui fasilitas BPJS kesehatan maupun pola hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga masing-masing. (wid)
