SURABAYA – Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Surabaya mengadakan Sosialisasi Pesantren Tangguh Bencana (PESTANA) di Pondok Pesantren Hudallil Muttaqin, Ngagel Mulyo, Surabaya pada Selasa (27/1). Hal itu dilakukan untuk mengedukasi dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana para santri dan pengelola pondok pesantren. Kegiatan ini bertujuan menanamkan budaya sadar bencana dan dilakukan maraton di berbagai ponpes.
PESTANA merupakan program yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Dalam pelaksanaannya kerap dibantu oleh BPBD tingkat kota, Pemadam Kebakaran dan dinas artau pemangku kebijakan terkait. Tujuan PESTANA adalah mengurangi risiko bencana melalui peningkatan kesiapsiagaan dan pembentukan tim tanggap darurat di lingkungan pesantren.
Pelaksanaan program PESTANA terutama terhadap Bencana Sosial berupa perundungan dan tawuran di Surabaya dilandasi oleh Peraturan Walikota (Perwali) Kota Surabaya Nomor 62 Tahun 2024 tentang Tata Cara dan Mekanisme Pemberian Perlindungan Khusus kepada Anak. selain itu juga mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Pelaksana sosialisasi dilakukan oleh BPBD Kota Surabaya dibantu oleh para pemangku kebijakan terkait.
Sosialisasi yang dilakukan di Ponpes Hudalill Muttaqin melibatkan 60 orang santri dan pengurus pondok. Acara dihadiri oleh Camat Wonokromo, Lurah Ngagel Rejo, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, , LPMK, Dinas Lingkungan Hidup, Ketua RW dan Ketua RT setempat, Babinsa dan Babinkamtibmas, serta Ketua PAC LDII Ngagel Rejo.

Pengasuh Ponpes Hudallil Muttaqin, Nur Kholis menyampaikan bahwa semua warga Surabaya memiliki kewajiban untuk sadar dan tanggap bencana. “Harapannya semua elemen masyarakat ikut peduli dengan tanggap bencana, semua ponpes yg ada di wilayah kota Surabaya masuk menjadi anggota PESTANA,” ujar pria yang juga menjadi Wakil Ketua DPD LDII Surabaya.
Nu Kholis menambahkan, Ponpes Hudallil Muttaqin merupakan binaan LDII. Sejak 2025, Ponpes Hudalllil Muttaqin sudah ikut terlibat dalam PESTANA. “Saat itu Pak Anang Kustyawan dari BPBD Kota Surabaya yang hadir di Ponpes Sabillul Muttaqin pada 25 Desember 2025, ” tambahnya.
Sementara itu Tim dari BPBD Surabaya, Novel Afiyatan memberikan beberapa pemaparan terkait PESTANA. Ia menyampaikan bahwa keselamatan ponpes adalah tanggung jawab seluruh santri dan pengurus ponpes. “Ponpes harus dilengkapi Akpar, Tanda Jalur Evakuasi, dan Tanda Titik Kumpul,” tegasnya.
Novel juga berpesan bahwa jika terjadi bencana di lingkungan ponpes, seluruh santri dan pengurus harus tetap tenang. “Bila terjadi bencana cari tempat yg aman dan segera laporkan ke 112,” tambahnya.
Ia pun menghimbau agar para santri dan pengurus ponpes memiliki kesadaran lingkungan. Harus peka dan tanggap terhadap segala sesuatu yang terjadi di lingkungan pondok. “Jangan ada kekerasan, perundungan, tawuran, dan lain-lain,” ujarnya.













