Pengurus Cabang LDII Tambaksari menyelenggarakan kegiatan Gema Anak Sholih (GAS) pada Minggu (28/12) di Masjid Sabilul Muttaqin, Bronggalan, Surabaya. Kegiatan tersebut untuk memperkuat pembinaan karakter dan pemahaman agama generasi penerus.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 300 santri dari berbagai jenjang usia, mulai PAUD hingga pra nikah. Acara dikemas dalam bentuk lomba-lomba edukatif dan kreatif yang disesuaikan dengan tingkat usia peserta.
Melalui kegiatan tersebut, santri tidak hanya diuji kemampuan akademik keagamaannya, tetapi juga dibina dalam aspek adab, kedisiplinan, serta pengembangan potensi diri.
Ketua Pelaksana GAS, Rachmat Cahyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi pembinaan yang telah berjalan selama satu tahun di TPQ.
“Gema Anak Sholih merupakan sarana evaluasi pembelajaran, sehingga kami dapat mengetahui perkembangan santri di setiap jenjang pembinaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa capaian lomba bukan menjadi tolak ukur utama keberhasilan kegiatan.
“Yang terpenting adalah bagaimana santri mampu menerapkan adab, disiplin, dan akhlakul karimah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” tambahnya.
Santri PAUD dan TK mengikuti lomba hafalan doa-doa pendek, praktik wudhu, serta praktik sholat berjamaah. Santri SD kelas 1-3 mengikuti lomba tahfidzul Qur’an, mewarnai, dan praktik sholat berjamaah, sedangkan SD kelas 4-6 mengikuti lomba tahfidzul Qur’an, adzan, dan cerdas cermat keislaman.
Untuk jenjang SMP, lomba meliputi tahfidzul Qur’an, poster digital dakwah, dan MC Islami. Sementara itu, santri SMA dan pra remaja mengikuti lomba video kreatif Islami, penyampaian nasihat, serta bazar sebagai sarana pembelajaran kemandirian dan kewirausahaan.
Salah satu juri lomba, Boby Endi Kurniawan, menilai bahwa Gema Anak Sholih memiliki peran penting dalam menumbuhkan semangat santri.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk menyalurkan potensi yang dimiliki sehingga lebih termotivasi dalam mengikuti pembinaan keagamaan,” tuturnya.
Salah satu peserta lomba video kreatif tingkat pra remaja, Achmad Fauzan mengaku memperoleh banyak pengalaman serta inspirasi dari karya peserta lainnya.
“Selain menambah pengalaman, kami juga mendapatkan masukan dari dewan juri agar ke depan bisa menghasilkan karya yang lebih baik,” ungkapnya.
Pengurus PC LDII Tambaksari, Moch. Ali Imron, menegaskan bahwa Gema Anak Sholih merupakan program strategis dalam pembinaan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, pembinaan santri tidak hanya berlangsung di ruang belajar, tetapi juga melalui praktik dan pengalaman langsung yang membentuk karakter dan mental mereka,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan Gema Anak Sholih dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen LDII dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (ysy)













