SURABAYA – Ketua DPD LDII Surabaya, H. Akhmad Setiadi, menegaskan bahwa program Pesantren Tangguh Bencana (PESTANA) yang disosialisasikan oleh BPBD Kota Surabaya di Pondok Pesantren Hudallil Muttaqin, Ngagel Rejo, Selasa (27/1) memiliki fokus strategis dalam membangun kesiapsiagaan pesantren secara menyeluruh, sistematis, dan berkelanjutan.
Menurut Akhmad Setiadi, PESTANA tidak hanya sebatas penyampaian materi, tetapi dirancang untuk memperkuat kemampuan pesantren dalam menghadapi potensi bencana sejak tahap pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga pasca-bencana.
“Fokus utama PESTANA adalah meningkatkan pemahaman santri dan pengurus pesantren mengenai jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Surabaya, seperti banjir, kebakaran, dan cuaca ekstrem, sekaligus membekali mereka dengan langkah mitigasi yang tepat,” jelas Akhmad.
Ia menambahkan, kegiatan PESTANA juga menekankan pada pemetaan risiko di lingkungan pesantren, termasuk identifikasi titik rawan, jalur evakuasi, serta lokasi aman yang dapat digunakan saat terjadi keadaan darurat. Hal ini penting agar seluruh warga pesantren tidak panik dan dapat bertindak cepat serta terkoordinasi.
Selain itu, PESTANA berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia pesantren, khususnya santri, melalui edukasi dasar kebencanaan, simulasi evakuasi, serta pembentukan sikap disiplin dan gotong royong. “Santri dilatih untuk tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga mampu membantu orang lain di sekitarnya,” ujarnya.
Akhmad Setiadi juga menilai bahwa program ini memiliki nilai strategis dalam membangun ketangguhan sosial di lingkungan pesantren. Dengan keterlibatan pengurus, santri, serta dukungan dari unsur pemerintah dan masyarakat sekitar, pesantren diharapkan menjadi pusat edukasi dan contoh kesiapsiagaan bencana bagi lingkungan sekitarnya.
“Pesantren tangguh bencana berarti pesantren yang siap, sigap, dan berdaya. Santri diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menularkan budaya sadar bencana, tidak hanya di pesantren tetapi juga di tengah masyarakat,” tambahnya.
DPD LDII Surabaya, lanjut Akhmad Setiadi, mendukung penuh penguatan program PESTANA agar dapat diterapkan di lebih banyak pondok pesantren di Surabaya. Ia berharap sinergi antara BPBD, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan terus terjalin demi menciptakan kota Surabaya yang semakin tangguh menghadapi bencana.













