Ketua DPP LDII, KH. Chriswanto Santoso mengajak pengurus organisasi untuk melakukan yang terbaik dalam organisasi. Hal ktu disampaikannya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2026 di Kantor DPP LDII, Jakarta, Senin (16/2/2026).
Ia menyatakan bahwa Rapimnas harus dimaknai sebagai kesempatan emas untuk memaksimalkan pengabdian di akhir masa jabatan kepengurusan saat ini. Ia mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. “Rapimnas ini harus kita maknai sebagai momentum untuk melakukan do the best,” ujarnya.
Menurutnya, melakukan yang terbaik bukan hanya menyelesaikan program kerja, tetapi memastikan setiap kebijakan dan langkah organisasi berdampak jangka panjang. Apa yang dibangun hari ini harus mampu menjadi fondasi kokoh bagi kepemimpinan berikutnya. “Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi fondasi bagi generasi selanjutnya,” tuturnya.
Chriswanto menekankan bahwa peninggalan positif harus menjadi orientasi utama dalam setiap proses konsolidasi. Hal itu mencakup sistem yang tertata, budaya kerja yang solid, serta kesinambungan kepengurusan yang terjaga. “Di akhir masa jabatan ini kami perlu bantuan rekan-rekan sekalian untuk kita buat do the best dan meninggalkan legacy yang positif,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa selama ini terdapat tantangan dalam aspek keberlanjutan kepengurusan, khususnya ketika terjadi pergantian pengurus di tingkat wilayah. Kondisi tersebut seringkali membuat proses adaptasi berjalan lambat karena kurangnya kesinambungan dari pengurus sebelumnya. “Salah satu kelemahan kita selama ini adalah keberlanjutan kepengurusan seringkali terputus,” ujarnya.
Menurutnya, situasi tersebut perlu dibenahi secara sistematis agar tidak terulang di masa mendatang. Proses regenerasi harus dipersiapkan sejak dini dengan pembinaan, pendampingan, dan transfer pengetahuan yang terstruktur. “Regenerasi harus kita perbaiki mulai saat ini supaya kepengurusan berikutnya tidak lagi meraba-raba,” katanya.
Ia berharap melalui Rapimnas ini, seluruh jajaran memiliki komitmen bersama untuk memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan mulus dan terencana. Keberhasilan sebuah kepemimpinan, lanjutnya, tidak hanya diukur dari capaian selama menjabat, tetapi juga dari kesiapan penerusnya. “Kita ingin proses keberlanjutan kepengurusan ini berjalan dengan mulus atau soft landing,” tegasnya.
Chriswanto juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan kerukunan yang selama ini terjaga di tubuh LDII. Ia menilai modal kebersamaan tersebut menjadi kekuatan besar untuk terus bergerak maju. “Kami mensyukuri organisasi ini bisa berjalan dengan kompak, rukun, dan bekerja sama dengan baik,” ungkapnya.
Sebagai penutup, ia kembali mengajak seluruh peserta Rapimnas untuk menjadikan semangat do the best sebagai komitmen bersama dalam setiap lini pengabdian. Generasi penerus, menurutnya, berhak menerima organisasi yang lebih kuat, lebih tertata, dan lebih siap menghadapi tantangan zaman. “Mari kita do the best untuk meninggalkan legacy terbaik bagi generasi selanjutnya,” pungkasnya. (ysy/wid)
