SURABAYA – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sukolilo kembali menggelar kegiatan Lelang Barokah pada 8 Februari 2026 di Masjid Luhur Al-Ikhlas, Semampir, Surabaya. Kegiatan rutin itu dilakukan untuk melatih generasi muda dalam berbagi, mengelola kegiatan, serta melatih kekompakan.
Penanggung Jawab Kegiatan, Musdiq Ali Suhudi menjelaskan bahwa latar belakang kegiatan ini berangkat dari realitas yang sering terjadi di masyarakat. Banyak keluarga memiliki barang-barang yang masih layak pakai, namun sudah tidak terpakai lagi.
“Lelang Barokah ini sebenarnya bertujuan bagaimana kita mempertemukan antara supply dan demand. Seringkali masyarakat memiliki barang yang sudah tidak diperlukan lagi, tetapi bingung harus diberikan kepada siapa,” ujarnya.
Di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang membutuhkan barang tertentu, namun terkendala kemampuan ekonomi. “Kadang ada yang membutuhkan, tapi kalau membeli baru harganya mahal, sementara kegunaannya tidak lama. Misalnya kereta bayi, setelah anak besar barang itu jarang dipakai lagi. Nah, kondisi seperti ini hampir terjadi setiap hari. Kami ingin mengakomodasi kebutuhan tersebut melalui kegiatan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsep Lelang Barokah bukan sekadar transaksi jual beli, tetapi lebih pada semangat sedekah melalui barang. “Bagaimana orang bisa bershodaqoh lewat barang yang ia miliki, lalu barang itu kembali bermanfaat bagi orang lain. Jadi tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga bernilai ibadah dan sosial,” ujarnya.
Selain Lelang Barokah, ada tiga kegiatan pendukung seperti pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM, serta pemberian tali asih kepada para dhuafa. Dalam kegiatan tersebut, warga PC LDII Kecamatan Sukolilo ikut hadir. Mereka berasal dari tiga masjid yakni Masjid Luhur Al-Ikhlas, Warga Masjid Baitul Haq, dan Warga Masjid Baiturrohman.
Lebih jauh, Musdiq menegaskan bahwa Lelang Barokah juga menjadi media pembelajaran bagi generasi muda LDII dalam menerapkan 29 karakter luhur yang selama ini digaungkan.
“Kami akui, mendidik generasi muda di era sekarang tidak mudah. Karena itu, kegiatan ini kami jadikan sebagai momentum untuk melatih mereka. Mulai dari perencanaan, koordinasi dengan warga yang menyumbangkan barang, hingga mengatur jalannya acara,” paparnya.
Menurutnya, para remaja yang dilibatkan langsung sebagai panitia inti. Mereka akan belajar berkomunikasi, bekerja sama, serta mengelola kegiatan secara profesional. “Harapan kami, bukan hanya sukses di kegiatan ini saja. Tetapi mereka bisa kompak, solid, dan siap mengelola event-event yang lebih besar di masa mendatang,” tambahnya.
Ia juga berharap kegiatan Lelang Barokah dapat terus berlangsung secara kontinyu. “Rata-rata kita adakan tiga tahun sekali. Ke depan semoga bisa terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Beberapa peserta memberikan kesannya selama mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya Azimata Rusdy. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat. “Acaranya luar biasa. Sangat membantu mendapatkan barang sesuai kebutuhan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan pasaran,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan pengemasan acara bisa lebih meriah lagi. “Mungkin sosialisasinya bisa ditingkatkan agar jamaah lebih antusias dan semakin banyak yang memahami kebutuhan barang yang tersedia,” katanya.
Peserta lain, Syaiful Hidayat menyebut kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah, yakni pemberdayaan UMKM dan semangat kepedulian sosial. “Ini sangat menarik dan meriah. Dari generasi muda sampai orang tua dilatih untuk peduli terhadap sesama. Harapannya ke depan lebih ditingkatkan lagi dan informasinya diperluas supaya masyarakat bisa berbondong-bondong hadir,” ujarnya.
Sementara itu, Fauzia Hassena Qoriatuzzahra, peserta dari kalangan remaj mengungkapkan perjuangan mendapatkan barang bekas yang diincar. “Seru banget dan meriah. Alhamdulillah tadi dapat kulkas untuk dipakai bareng-bareng di kos. Sempat rebutan juga, tapi akhirnya dapat. Buat teman-teman yang belum hadir tahun ini, jangan sampai ketinggalan di kesempatan berikutnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut didukung oleh perusahaan swasta, yakni Hamco Engineering, Toko Rania dan Dapur Dylan.
Melalui Lelang Barokah, PC LDII Sukolilo ingin menumbuhkan budaya berbagi, memperkuat solidaritas sosial, sekaligus membangun karakter generasi muda yang mandiri dan bertanggung jawab.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh warga, kegiatan ini diharapkan terus menjadi agenda rutin yang membawa manfaat dan keberkahan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima. (ysy)














Alkhamdulillah acaranya joosss jiiss
Semoga Alloh Paring ASLB …. aamiin