TRENGGALEK – Musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Trenggalek telah berlangsung pada Rabu (28/1) di Gedung Bhawarasa, Trenggalek. Forum lima tahunan itu menetapkan H. Suhariyanto sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Trenggalek masa bakti 2026-2031.
Terpilihnya kembali Suhariyanto sebagai Ketua DPD LDII Trenggalek, maka diharapkan makin memperkuat peran LDII dalam membina umat dan umat Islam, sinergi program kerja dengan pemerintah daerah, serta pengembangan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Trenggalek, Sunyoto hadir dalam Musda yang mengangkat tema “Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing dan Berakhlak Mulia” itu. Ia menegaskan, tema tersebut mencerminkan dukungan konkret ormas Islam terhadap agenda pembangunan daerah. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, khususnya dalam mewujudkan daerah berjuluk Kota Atraktif.
“Kami sangat mengapresiasi. Tema yang diusung LDII ini sangat relevan dan mendukung pembangunan Trenggalek sebagai Kota Atraktif. Ke depan, potensi LDII bisa dikembangkan lebih jauh agar memberikan kontribusi nyata di sektor ekonomi, pendidikan, dan bidang lainnya,” ujar Sunyoto.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Trenggalek itu juga menegaskan, bahwa peran organisasi kemasyarakatan, khususnya ormas Islam, sangat strategis dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah. Karena itu, Bakesbangpol berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dan fasilitasi bagi LDII serta ormas lainnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Timur, KH Moch Amrodji Konawi, menilai, hubungan yang dibangun LDII Trenggalek, baik dengan pemerintah maupun sesama elemen masyarakat, berlangsung harmonis.
“Sinergi dengan Pemkab Trenggalek, Forkopimda, hingga jajaran kecamatan berjalan sangat baik. Hubungan dengan ormas lain seperti NU dan Muhammadiyah, serta dengan Kemenag dan MUI, juga terjaga dengan harmonis,” kata KH Amrodji.
Ia mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah kapal besar yang harus dijaga bersama agar tetap berlayar dengan aman. Karena itu, ia menekankan pentingnya seluruh program dan langkah LDII di daerah agar selalu selaras dengan kebijakan pemerintah.
“Tidak boleh ada yang berseberangan. Jika di Trenggalek semua berjalan adem ayem, Insya Allah ibadah dan kehidupan bermasyarakat juga akan semakin lancar,” ujarnya.
Dalam arahannya, KH Amrodji juga menekankan pentingnya pelaksanaan dialog kebangsaan dalam setiap Musyawarah Daerah LDII. Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana strategis untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan komitmen warga LDII sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Musda VI DPD LDII Trenggalek ini diharapkan tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga semakin memperkuat peran dan kontribusi LDII dalam mendukung pembangunan daerah, serta menyongsong Indonesia Emas 2045 dari Bumi Menak Sopal.













