SURABAYA – DPD LDII Surabaya menggelar Media Gathering dan buka puasa bersama insan pers, Sabtu (28/2/2026), di Gedung DPW LDII Jawa Timur, Gayungan, Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi komunikasi antara LDII dan para jurnalis di Kota Pahlawan.
Acara tersebut dihadiri Ketua Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII, Ludhy Cahyana, serta Wakil Ketua DPD LDII Surabaya, Nur Kholis, bersama jajaran pengurus dan awak media.
Dalam sambutannya, Ludhy menegaskan media memiliki peran strategis dalam membangun peradaban informasi yang sehat di tengah masyarakat. Menurutnya, media berfungsi menjaga keseimbangan informasi dan membangun kepercayaan publik.
“Media adalah pilar penting dalam kehidupan berbangsa. Melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang, media membantu masyarakat memahami berbagai persoalan secara jernih dan proporsional,” ujarnya.
Ia menambahkan, organisasi kemasyarakatan membutuhkan media sebagai mitra dalam menyampaikan program, gagasan, serta kontribusi positif kepada publik secara transparan.
“Kami memandang insan pers sebagai mitra strategis. Tanpa media, banyak kegiatan positif yang mungkin tidak diketahui masyarakat. Karena itu, komunikasi yang baik dan terbuka harus terus kita jaga,” katanya.
Menurutnya, di era digital saat ini, peran media semakin vital dalam menangkal informasi tidak akurat dan menjaga ruang publik tetap kondusif.
“Di tengah arus informasi yang begitu cepat, media memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga akurasi dan profesionalisme. Ketika media kuat dan kredibel, masyarakat juga akan semakin cerdas dalam menerima informasi,” tegasnya.
Sementara itu, Nur Kholis menyampaikan bahwa media gathering ini merupakan bagian dari komitmen LDII dalam membangun komunikasi yang terbuka dan harmonis dengan insan pers.
“Kami ingin membangun komunikasi yang baik dan transparan dengan rekan-rekan media. Melalui forum seperti ini, kita bisa berdiskusi secara santai namun bermakna, sehingga sinergi yang terjalin benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia (SDM).
“Pembangunan bukan hanya soal bangunan, tetapi pembangunan SDM. Kita ingin generasi Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak baik. Kesehatan masyarakat menjadi fondasi utama agar generasi ke depan benar-benar menjadi generasi emas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nur Kholis turut menyampaikan tausiyah Ramadan. Ia mengingatkan bahwa puasa merupakan sarana pembentukan karakter dan ketakwaan. Ketakwaan, menurutnya, bukan sekadar rasa takut, melainkan kesadaran untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjalankan perintah-Nya.
“Puasa diwajibkan agar kita menjadi orang yang bertakwa. Ketika kita takut kepada Allah, bukan berarti menjauh, tetapi justru semakin mendekat dan memperbaiki ibadah kita,” tuturnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga salat tepat waktu sebagai tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab.
“Salat adalah tiang agama dan amalan pertama yang dihisab. Jika salat kita baik dan tepat waktu, insyaallah amalan lainnya akan mengikuti menjadi baik,” jelasnya.
Pada momentum Ramadan ini, ia mengajak seluruh peserta untuk meraih “5 Sukses Ramadan”, yakni sukses menjalankan puasa, sukses melaksanakan salat tarawih, sukses membaca Al Quran, sukses meraih Lailatul Qadar, dan sukses menunaikan zakat fitrah.
“Kalau lima ini bisa kita jaga, insyaallah Ramadan kita benar-benar membawa perubahan,” pungkasnya. (ysy/wid)













