SURABAYA – Pelantikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya masa khidmat 2025-2030 berlangsung Kamis (23/4/2026) di Gedung Sawunggaling, Kantor Pemerintah Kota Surabaya. Dalam struktur kepengurusan baru tersebut, empat pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dipercaya memperkuat komposisi komisi strategis.
Keempat pengurus LDII tersebut adalah Didik Eko Putro yang mengisi Komisi Fatwa, Edi Warsito di Komisi Hukum dan HAM, serta Nur Kholis dan Agus Setyoaji yang diamanahkan pada Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat.
“Alhamdulillah kami sudah diberikan kepercayaan serta amanah oleh MUI kota Surabaya, di Kormisi Pemberdayaan Ekonomi Umat. Harapan kami, ingin berkontribusi untuk meningkatkan Ekonomi Umat Islam khususnya dan masyarakat Surabaya pada umumnya. Diantaranya melalui kerja sama dengan para stakeholder yang ada di Kota Surabaya, baik dengan Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan Perbankan dan sebagainya,” ujar Nur Kholis yang juga Wakil Ketua DPD LDII Kota Surabaya.
Ia menambahkan, sebagai bagian dari Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, akan menyasar para UMKM dari jamaah-jamaah masjid di Kota Surabaya.

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal 1447 H bersama para pemangku kepentingan. Hadir dalam acara tersebut pengurus MUI Jawa Timur, perwakilan Pemerintah Kota Surabaya, jajaran kepolisian, civitas akademika, serta tokoh-tokoh ormas keagamaan lainnya.
Ketua MUI Kota Surabaya, KH. Muhaimin Ali, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kinerja MUI Surabaya yang meraih nilai akreditasi tertinggi se-Jawa Timur. Keberhasilan ini didasarkan pada peran aktif MUI dalam penanganan pandemi COVID-19, wabah penyakit kuku pada hewan ternak, hingga upaya penanganan terorisme.
Sejalan dengan pelantikan tersebut, KH. Muhaimin Ali melayangkan empat rekomendasi penting kepada Wali Kota Surabaya. Pertama, Kantor Baru yang Representatif, ia mendesak pembangunan kantor MUI Kota Surabaya yang lebih memadai sesuai dengan prestasi akreditasi yang diraih.
“MUI Kota Surabaya telah berhasil mendapatkan akreditasi nilai terbaik dari MUI Jawa Timur. Ikut serta dalam penanganan COVID dengan membantu vaksinasi massal di Tambaksari. Selain itu membantu penanganan penyakit kuku pada sapi, serta membantu penanganan teorisme di Kota Surabaya,” ujar Muhaimin.
Kedua, Pengelolaan Makam Syariat, mengusulkan pengelolaan makam umum secara syariat, di mana satu liang lahat dapat digunakan untuk 4 hingga 5 jenazah sebagai solusi keterbatasan lahan. Ketiga, Pembangunan Masjid Agung, mengusulkan pengembangan Masjid Al Muhajirin menjadi Masjid Agung Kota Surabaya. Keempat, Transformasi Taman Surya, menjadikan Taman Surya sebagai Alun-Alun resmi Kota Surabaya.
Masuknya pengurus dari berbagai unsur ormas keagamaan, termasuk LDII, diharapkan mampu memperkuat kolaborasi ulama di Surabaya dalam menjawab tantangan umat selama lima tahun ke depan. (wid)

Alhamdulillah, semoga Alloh paring lancar barokah