Surabaya (5/7) – Sebanyak 150 remaja putri usia SMP hingga pranikah mengikuti Seminar Kesehatan Kewanitaan bertema “Pahami Kesehatan Kewanitaan untuk Hidup yang Lebih Berkualitas”. Kegiatan itu diselenggarakan Remaja Putri LDII Surabaya di Masjid At-Taqwa, Sidosermo, Surabaya, Minggu (5/7).
Koordinator kegiatan, Nikmatin Chasanah mengatakan, seminar ini diselenggarakan sebagai wadah edukasi bagi remaja putri agar lebih memahami kesehatan reproduksi sejak dini. Menurutnya, masih banyak remaja yang belum mengenali berbagai permasalahan kewanitaan yang kerap terjadi.
”Kami mengangkat tema kesehatan kewanitaan karena masih banyak remaja yang belum memahami persoalan seputar menstruasi maupun penyakit yang kini banyak ditemukan, seperti PCOS. Harapannya mereka lebih mengenal kondisi tubuhnya sendiri,” sahutnya.
Nikmatin menjelaskan, seminar tersebut menyasar remaja putri mulai usia SMP. Mereka diberikan pemahaman kesehatan reproduksi perlu agar mampu mengambil langkah yang tepat ketika mengalami gangguan kesehatan.
”Kalau sejak remaja mereka sudah memahami tanda-tanda gangguan kesehatan reproduksi, tentu mereka tidak akan ragu untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Iin turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya seminar tersebut melalui bantuan dana konsumsi dan fasilitasi pemateri.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya atas dukungan yang diberikan. Sinergi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi remaja putri sehingga mereka memiliki bekal pengetahuan yang benar tentang kesehatan reproduksi,” ungkapnya.
Ia juga berharap melalui seminar ini mampu meningkatkan kepedulian remaja putri terhadap kesehatan reproduksi, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
”Harapan kami, peserta tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga lebih peduli terhadap kesehatan dirinya dan saling mengingatkan teman-temannya. Dengan begitu, apabila ada gejala yang muncul dapat segera ditangani oleh tenaga kesehatan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemateri yang berprofesi sebagai bidan, Aisyah Berliana Salsabila menjelaskan, kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Mengacu pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan reproduksi tidak hanya diartikan sebagai terbebas dari penyakit, tetapi juga mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial dalam segala aspek yang berkaitan dengan sistem reproduksi.
”Kesehatan reproduksi bukan hanya berbicara tentang tidak adanya penyakit, tetapi bagaimana seseorang memiliki kondisi fisik, mental, dan sosial yang baik, serta memperoleh edukasi dan pelayanan kesehatan yang memadai,” jelas Aisyah.
Ia kemudian mengajak peserta memahami cara menghitung siklus menstruasi sebagai langkah awal mengenali kondisi tubuh. Menurutnya, siklus haid dapat menjadi indikator penting kesehatan reproduksi perempuan.
”Dengan mengetahui siklus menstruasi, seorang remaja dapat lebih mudah mengenali apabila terjadi perubahan yang tidak normal sehingga bisa segera melakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Selain itu, Aisyah memaparkan mengenai Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), salah satu gangguan hormonal yang banyak dialami perempuan usia remaja dan dewasa muda. Gejalanya antara lain siklus menstruasi yang tidak teratur, meningkatnya hormon androgen yang ditandai jerawat berlebih, tumbuhnya rambut di area tertentu, rambut rontok, hingga munculnya banyak folikel kecil pada ovarium.
”PCOS dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti resistensi insulin, peradangan akibat kelelahan, hingga stres yang memengaruhi keseimbangan hormon. Karena itu, penting bagi remaja untuk menerapkan pola hidup sehat dan mengenali gejalanya sejak dini,” terangnya.
Menurut Aisyah, apabila tidak ditangani dengan baik, PCOS dapat meningkatkan risiko gangguan kesuburan, komplikasi kehamilan, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung dan stroke, kanker endometrium, serta obesitas. Ia mengimbau peserta agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan pada organ reproduksi.
”Segera temui dokter atau bidan apabila mengalami nyeri haid yang berat, siklus menstruasi tidak teratur, keputihan yang tidak normal, perdarahan di luar jadwal haid, muncul gejala PCOS, maupun benjolan pada payudara. Semakin dini diketahui, semakin besar peluang penanganannya,” tegasnya.
Selain memahami penyakit reproduksi, peserta juga diedukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan organ kewanitaan. (ysy)













