LDII SURABAYA
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • DAFTAR WEBSITE LDII
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • DAFTAR WEBSITE LDII
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII SURABAYA
No Result
View All Result
Home OPINI

Bukan Sekadar Hafalan PAUD, Membumikan 29 Karakter Luhur di Setiap Lini Usia

Widi Yunani by Widi Yunani
26 Juni 2026
in OPINI
20 1
A A
0
Bukan Sekadar Hafalan PAUD, Membumikan 29 Karakter Luhur di Setiap Lini Usia

29 Karakter Luhur yang diterapkan dalam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bukan sekadar kurikulum anak usia dini, melainkan untuk dipraktikkan oleh setiap jiwa, dari mereka yang baru belajar mengeja kata hingga orang tua yang rambutnya telah memutih. Foto: illustrasi.

20
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Ada sebuah kekeliruan emosional ketika kita bicara tentang “pembinaan karakter”. Seringkali, program-program moralitas dikemas dengan warna-warni yang ceria, lagu-lagu yang bersemangat, lalu dialamatkan hanya kepada anak-anak usia dini—bocah-bocah PAUD yang dunianya masih sebatas ruang kelas dan halaman bermain. Seolah-olah, setelah mereka tumbuh dewasa, urusan karakter ini selesai dan digantikan oleh urusan mencari nafkah atau mengejar karier.

Padahal, 29 Karakter Luhur yang diterapkan dalam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bukan sekadar kurikulum anak usia dini. 29 Karakter Luhur—yang mencakup Tri Sukses (alim-faqih, berakhlakul karimah, mandiri), Enam Tabiat Luhur (jujur, amanah, muzhid-muhjid, rukun, kompak, kerja sama yang baik), hingga karakter kemandirian dan kebangsaan—adalah sebuah kompas kehidupan. Karakter luhur ini dirancang bukan untuk ditinggalkan saat beranjak dewasa, melainkan untuk dipraktikkan oleh setiap jiwa, dari mereka yang baru belajar mengeja kata hingga orang tua yang rambutnya telah memutih.

Bekal Sejak Dini untuk Menaklukkan Setiap Jenjang Kehidupan

Mengapa pembinaan karakter harus dimulai sejak dini? Karena masa kanak-kanak adalah fase di mana otak anak masih murni. Apa yang kita goreskan di sana akan menjelma menjadi prinsip hidup. Membina karakter sejak usia PAUD bukanlah tentang memaksa mereka menghafal doktrin, melainkan menanamkan jaring pengaman emosional dan spiritual.

Kehidupan tidak pernah menjadi lebih mudah; ia hanya menjadi lebih kompleks. Saat memasuki usia remaja dan sekolah, anak yang sejak dini dibekali karakter rukun, kompak, dan kerja sama yang baik tidak akan mudah terjebak dalam perundungan (bullying) atau pergaulan bebas. Mereka tahu cara menempatkan diri dan menghargai perbedaan.

Demikian pula saat anak memasuki dunia kerja dan pernikahan, karakter jujur, amanah, dan muzhid-muhjid (hidup hemat/bersahaja) menjelma menjadi profesionalisme dan integritas. Di sinilah Tri Sukses—menjadi pribadi yang alim-faqih (paham agama) dan mandiri—membentengi mereka agar tidak goyah oleh badai korupsi, persaingan tidak sehat, atau ego rumah tangga. Tanpa fondasi yang kuat sejak dini, seseorang akan gagap menghadapi transisi kehidupan. Karakter luhur inilah yang menjadi jangkar agar mereka tidak hanyut saat badai kedewasaan datang menerpa.

Bukan Hanya untuk Anak-Anak, Mengapa Orang Tua Harus Mempraktikkannya?

Ada sebuah kaidah universal, anak-anak adalah peniru yang ulung, bukan pendengar yang baik. Sebuah ironi besar jika kita menuntut anak-anak PAUD untuk memiliki tabiat jujur dan rukun, sementara orang dewasa di sekitarnya masih memelihara sifat dusta dan gemar berselisih. Oleh karena itu, 29 Karakter Luhur ini wajib melekat dan dipraktikkan oleh semua usia, terutama para orang tua dan generasi senior.

Karakter luhur tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Orang tua yang mempraktikkan karakter ini akan menjadi role model (teladan hidup). Ketika seorang ayah mempraktikkan kerja sama yang baik di lingkungan RT, atau seorang ibu menunjukkan sifat amanah dalam mengelola keuangan keluarga, di sanalah anak-anak melihat 29 Karakter Luhur itu hidup, bukan sekadar teori di atas kertas. Lebih dari itu, bagi orang tua, mempraktikkan karakter luhur adalah bentuk penjagaan diri agar tetap terhormat, bijaksana, dan mampu menjadi pengayom bagi generasi di bawahnya.

Menjadi “Warga Dunia” yang Membawa Maslahat di Mana Pun Berada

Dunia hari ini tidak lagi memiliki sekat. Anak-anak yang hari ini duduk di bangku PAUD, kelak bisa saja bekerja di luar kota, menuntut ilmu di luar negeri, atau memimpin sebuah institusi besar di tempat yang asing. Di sinilah letak urgensi sejati dari pembinaan karakter sejak dini. Karakter luhur adalah paspor moral.

Di mana pun mereka berada, di belahan bumi mana pun mereka berpijak, individu yang di dalam dadanya tertanam 29 Karakter Luhur akan selalu membawa kedamaian karena memiliki sifat rukun dan kompak. Ia akan dipercaya oleh lingkungan baru karena memegang teguh jujur dan amanah. Dampaknya, ia akan mampu bertahan dalam kondisi sesulit apa pun karena memiliki mental mandiri. Selain itu ia akan menjadi rahmat bagi sekitarnya karena berlandaskan akhlakul karimah.

Membina 29 Karakter Luhur sejak usia dini adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah merugi. Ia adalah proses estafet nilai yang berkelanjutan. Kita menanamnya pada anak-anak hari ini, merawatnya bersama orang tua dan orang dewasa, agar kelak ketika anak-anak ini memasuki tiap jenjang kehidupan—menjadi pemimpin, menjadi orang tua, hingga menjadi lansia—mereka tetap menjadi manusia yang saleh, mulia, dan bermanfaat bagi alam semesta. Pada akhirnya, karakter bukanlah tentang apa yang kita ketahui, melainkan tentang siapa kita saat tidak ada orang lain yang melihat. (wid)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • BERANDA
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TENTANG KAMI

© 2024 LDII SURABAYA - Official Website LDII SURABAYA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • EDUKASI
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • HUBUNGI KAMI
  • DAFTAR WEBSITE LDII

© 2024 LDII SURABAYA - Official Website LDII SURABAYA