SURABAYA – Tim Rukyatul Hilal DPD LDII Kota Surabaya menggelar pembinaan rutin sekaligus melaksanakan pengamatan hilal untuk penentuan awal bulan 1 Safar 1448 H di Kaza City Mall Lantai 5, Tambaksari, Surabaya, pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kompetensi anggota dan menyiapkan kaderisasi ahli hisab serta rukyat yang profesional.
Tim rukyatul hilal yang terdiri dari M. Syaifudin, Faishal Tsaqib, dan M. Bustanul Arifin tersebut memulai pengamatan sejak pukul 17.15 hingga 17.48 WIB. Pada pukul 17.44 WIB, posisi bulan berada pada azimut 292,18 derajat dan altitude 8,89 derajat. Hasilnya, hilal 1 Safar 1448 H berhasil terlihat dengan jelas.
Dalam kesempatan itu, M. Bustanul Arifin menjelaskan bahwa rukyatul hilal tetap memiliki peran yang sangat penting meskipun teknologi astronomi terus berkembang, khususnya dalam penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia.
“Rukyatul hilal sangat penting untuk dipelajari, terutama menjelang bulan Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Pada momen-momen tersebut sering muncul perbedaan pendapat di kalangan umat Islam, sehingga observasi hilal menjadi bagian penting dalam proses penetapan awal bulan Hijriah,” ujarnya.
Bustanul memaparkan, tantangan terbesar yang dihadapi Tim Rukyatul Hilal saat ini adalah faktor cuaca serta keterbatasan sarana observasi.
“Selain faktor cuaca, tantangan kami adalah peralatan. Teleskop dengan tingkat presisi tinggi harganya bisa mencapai sekitar Rp150 juta. Karena itu, ketersediaan sarana yang memadai sangat dibutuhkan untuk mendukung hasil rukyat yang lebih akurat,” jelasnya.
Oleh karena itu, dalam pembinaan rutin ini, fokus materi diarahkan pada penguasaan ilmu hisab, perhitungan posisi hilal, serta keterampilan mengoperasikan teleskop sebagai perangkat utama observasi. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting agar anggota mampu melaksanakan rukyat sesuai standar ilmiah sekaligus ketentuan syariat.
“Setiap anggota harus mampu menguasai ilmu hisab, memahami perhitungan posisi bulan, dan terampil menggunakan teleskop agar pelaksanaan rukyatul hilal berjalan secara profesional,” terang Bustanul.
Selain meningkatkan kapasitas internal, Tim Rukyatul Hilal DPD LDII Kota Surabaya juga terus memperkuat sinergi lintas sektoral dengan berbagai lembaga keagamaan.
“Menjelang penetapan 1 Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha, kami bekerja sama dengan Tim Rukyatul Hilal NU serta Kementerian Agama Kota Surabaya agar pelaksanaan rukyat dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ke depan, Bustanul berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mendalami ilmu hisab dan rukyat demi keberlanjutan organisasi. Menurutnya, masa depan tim tidak hanya bergantung pada pengalaman para senior, tetapi juga lahirnya kader-kader muda yang menguasai ilmu falak dan teknologi modern.
“Kami berharap generasi muda mau belajar ilmu hisab dan rukyat sehingga terjadi regenerasi sumber daya manusia sekaligus penguasaan teknologi. Dengan demikian, Tim Rukyatul Hilal akan terus berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat,” pungkas Bustanul. (ysy)













