SURABAYA – Pemuda DPD LDII Kota Surabaya menggelar seminar bertajuk “SAFE PLACE: Kenali, Cegah, Lindungi” tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), Minggu (23/8/2026), di Masjid Miftahul Huda, Petemon, Surabaya. Seminar berformat talkshow ini diikuti 500 muda-mudi LDII Surabaya dengan menghadirkan dokter spesialis kedokteran jiwa, Riko Lazuardi, sebagai narasumber.
Ketua Pemuda LDII Surabaya, Abdullah Jihad Akbar, mengatakan seminar ini digelar untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan langkah pencegahan terhadap TPKS di kalangan generasi muda. Ia mengatakan kegiatan ini digagas berdasarkan aspirasi pemuda-pemudi LDII terkait kasus kekerasan seksual yang marak terjadi.
“Kegiatan ini merupakan aspirasi dari muda-mudi LDII yang resah dengan maraknya kasus kekerasan seksual. Menurut kami, hal ini terjadi karena minimnya wawasan, sehingga banyak yang tidak sadar bahwa dirinya bisa menjadi korban, sedang menjadi korban, atau bahkan berpotensi menjadi pelaku,” kata Abdullah.
Riko Lazuardi mengatakan bentuk TPKS yang paling sering tidak disadari anak muda adalah manipulasi psikologis yang memanfaatkan relasi kuasa.
“Yang sering tidak disadari adalah manipulasi psikologis untuk mendapatkan keuntungan seksual. Pelaku kerap melakukan gaslighting dan guilt tripping yang membuat korban meragukan prinsipnya sendiri serta merasa bersalah jika menolak,” kata Riko.
Ia menambahkan, ketergantungan emosional atau rasa utang budi sering menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku. Ia mengatakan jika kasus TPKS tidak ditangani secara profesional sejak awal, dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental korban dalam jangka panjang.
“Dampaknya mulai dari trust issues, menarik diri, penurunan self-esteem, hingga gangguan jiwa berat seperti depresi, kecemasan, dan risiko keinginan mengakhiri hidup,” kata Riko. (akb/yes/wid)













