LDII SURABAYA
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • DAFTAR WEBSITE LDII
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • DAFTAR WEBSITE LDII
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII SURABAYA
No Result
View All Result
Home Berita Kegiatan

LDII Surabaya Bekali 330 Ibu dengan Parenting Skill untuk Wujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Berakhlakul Karimah

Yessy by Yessy
19 Juli 2026
in Berita Kegiatan, EDITORIAL, EDUKASI, NASIONAL
35 3
A A
0
Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPD LDII Kota Surabaya itu berlangsung di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya, Minggu (19/7).

Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPD LDII Kota Surabaya itu berlangsung di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya, Minggu (19/7).

36
SHARES
38
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

SURABAYA – Peran ibu sebagai madrasah pertama bagi anak menjadi perhatian DPD LDII Kota Surabaya. Melalui Seminar Wanita bertajuk “Parenting Skill: Meneladani Pola Makan Rasulullah Guna Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Berakhlakul Karimah”.

Sebanyak 330 peserta dibekali pemahaman mengenai pola makan sesuai teladan Rasulullah SAW, gizi seimbang, dan food parenting sebagai bekal mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlakul karimah. Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPD LDII Kota Surabaya itu berlangsung di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya, Minggu (19/7).

Pada sesi pembukaan kegiatan, Wakil Ketua DPD LDII Kota Surabaya, Khamim Tohari, mengatakan seminar ini merupakan ikhtiar LDII dalam memperkuat peran ibu sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga. Menurutnya, seorang ibu memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, kesehatan, dan kecerdasan anak sehingga perlu dibekali pemahaman yang utuh dari sisi agama, kesehatan, maupun psikologi.

“Melalui seminar ini kami ingin memberikan bekal kepada ibu-ibu LDII Kota Surabaya dalam mendidik dan membina anak-anaknya sesuai teladan yang diajarkan Rasulullah SAW. Dengan bekal tersebut, diharapkan lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlakul karimah,” ujar Khamim.

Khamim menambahkan, keberhasilan membangun generasi unggul tidak hanya ditentukan oleh pendidikan di sekolah, tetapi juga dari pembiasaan yang diterapkan di rumah. Karena itu, para ibu perlu terus meningkatkan wawasan agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman dalam mendidik anak.

“Ibu adalah madrasah utama bagi anak-anaknya. Apa yang ditanamkan sejak dini di dalam keluarga akan menjadi fondasi yang menentukan kualitas generasi penerus di masa mendatang,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi yang pertama yakni diisi oleh Dewan Penasihat DPD LDII Kota Surabaya, Sumarman, mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan, kesempatan, dan hidayah dari Allah SWT sehingga masih dapat menjalankan ibadah. Menurutnya, seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia karena diberi amanah untuk mendidik generasi penerus yang kelak menjadi investasi amal bagi keluarga.

“Seminar ini bukan kegiatan yang sepele. Ini merupakan bagian dari perjuangan menyiapkan generasi yang diridhai Allah. Para ibu adalah calon penghuni surga yang dipilih Allah untuk menjalankan amanah besar dalam mendidik keluarga,” ujar Sumarman.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam Surah Az-Zariyat ayat 56. Oleh sebab itu, setiap ikhtiar dalam mendidik anak, menjaga kesehatan keluarga, dan membangun rumah tangga yang harmonis merupakan bagian dari ibadah yang bernilai di sisi Allah.

“Selama kita tetap menjalankan ibadah kepada Allah, berarti kita sedang melaksanakan tujuan penciptaan manusia sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an,” ujarnya.

Pada sesi berikutnya, Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, Sofiatun, menjelaskan bahwa pola makan sehat saat ini mengacu pada pedoman Isi Piringku yang menggantikan konsep 4 Sehat 5 Sempurna. Menurutnya, teladan Rasulullah SAW dalam makan secukupnya dan tidak berlebihan selaras dengan konsep gizi seimbang yang kini diterapkan dalam dunia kesehatan.

“Diet bukan berarti tidak makan, tetapi mengatur pola makan sesuai kebutuhan tubuh agar tetap sehat dan ideal,” ujar Sofiatun.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu membatasi konsumsi gula maksimal empat sendok makan, garam satu sendok teh, dan minyak lima sendok makan setiap hari. Selain itu, konsumsi sayur, buah, protein, air putih yang cukup, serta aktivitas fisik secara rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit kronis.

“Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang, kita dapat meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga berat badan ideal, meningkatkan konsentrasi, sekaligus mencegah penyakit kronis di masa mendatang,” jelas Sofiatun.

Sofiatun menambahkan, pemenuhan gizi harus dimulai sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, periode tersebut merupakan masa emas pembentukan organ tubuh dan perkembangan otak sehingga sangat menentukan kualitas anak di masa depan.

“Investasi kesehatan terbaik dimulai sejak anak berada di dalam kandungan hingga usia dua tahun. Masa inilah yang menjadi fondasi lahirnya generasi yang sehat dan cerdas,” ujarnya.

Sementara itu, Psikolog dan Hypnotherapist, Karlin, mengajak para peserta memahami pentingnya food parenting, yakni pola asuh yang membentuk kebiasaan makan sehat sekaligus membantu perkembangan emosi anak. Ia menjelaskan bahwa anak tidak terlahir sebagai picky eater, tetapi kebiasaan tersebut terbentuk melalui pengalaman makan yang diciptakan oleh orang tua.

“Anak tidak lahir sebagai picky eater. Orang tualah yang mengarahkan, memberi contoh, dan membangun pengalaman makan anak sejak usia dini,” ujar Karlin.

Menurut Karlin, sekitar 90 persen perkembangan otak terjadi sebelum anak berusia lima tahun. Oleh karena itu, masa tersebut menjadi waktu yang tepat untuk mengenalkan rasa lapar dan kenyang, membiasakan makan bersama keluarga, serta menanamkan karakter luhur melalui kebiasaan makan yang sehat. Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak membiasakan anak makan sambil menggunakan gawai atau menjadikan makanan sebagai hadiah.

“Ketika makanan dijadikan hadiah atau pelampiasan emosi, anak akan belajar bahwa setiap perasaan harus diselesaikan dengan makan. Kebiasaan seperti ini dapat terbawa hingga dewasa,” ujarnya.

Karlin menambahkan, pola asuh authoritative atau demokratis menjadi pendekatan yang paling efektif karena memadukan ketegasan, kasih sayang, komunikasi, dan keteladanan dari orang tua. Dengan demikian, anak tidak hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional serta karakter yang baik.

“Anak tidak hanya tumbuh dari makanan bergizi, tetapi juga dari kasih sayang, keteladanan, dan pola asuh yang bijak,” ujarnya. (ysy)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • BERANDA
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TENTANG KAMI

© 2024 LDII SURABAYA - Official Website LDII SURABAYA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • EDUKASI
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • HUBUNGI KAMI
  • DAFTAR WEBSITE LDII

© 2024 LDII SURABAYA - Official Website LDII SURABAYA