LDII SURABAYA
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • DAFTAR WEBSITE LDII
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • DAFTAR WEBSITE LDII
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII SURABAYA
No Result
View All Result
Home OPINI

Merawat Adab dan Legacy: Jembatan Estafet Generasi di Tubuh Ormas

Widi Yunani by Widi Yunani
29 Juni 2026
in OPINI
0 0
A A
0
Merawat Adab dan Legacy: Jembatan Estafet Generasi di Tubuh Ormas

Foto: ilustrasi

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Menjadi tua adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Namun, menjadi generasi muda di masa kini adalah sebuah peluang emas – sebuah momentum berharga untuk menyerap, menyaring, dan mengambil sisi positif dari rekam jejak generasi sebelumnya. Di sinilah organisasi kemasyarakatan (ormas) menemukan relevansi tertingginya. Ormas bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan sebuah laboratorium peradaban tempat mencetak generasi muda yang unggul melalui pengelolaan legacy (warisan) organisasi yang berkelanjutan.

Secara filosofis, pembinaan generasi muda di dalam ormas pada hakikatnya adalah cara terbaik dalam melakukan kaderisasi. Organisasi yang sehat tidak akan membiarkan tongkat estafet kepemimpinannya jatuh ke tangan yang salah. Oleh karena itu, peran generasi yang lebih tua menjadi sangat krusial sebagai pembimbing, mentor, dan penjaga kompas moral. Hubungan ini tidak boleh bersifat instruktif satu arah, melainkan sebuah dialog interaktif untuk mentransfer nilai-nilai luhur dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kunci utama dari keberhasilan kaderisasi sejati terletak pada kemampuan untuk menghargai setiap potensi unik yang dimiliki oleh tiap-tiap generasi. Generasi tua memiliki kedalaman pengalaman, kearifan dalam bersikap, dan ketenangan dalam menghadapi krisis. Di sisi lain, generasi muda membawa energi baru, adaptabilitas teknologi, dan kreativitas tanpa batas. Menghargai perbedaan kapasitas ini tanpa harus merendahkan salah satunya adalah seni tertinggi dalam pengelolaan organisasi.

Di sinilah faktor legacy memegang peranan yang amat vital. Apa yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya—baik berupa nilai, budaya organisasi, maupun pencapaian fisik—adalah fondasi sejarah yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Segala hal positif yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu merupakan modal awal bagi generasi muda untuk melangkah lebih jauh. Mengabaikan legacy ini sama saja dengan memulai segala sesuatunya dari nol kembali, sebuah pemborosan energi yang justru memperlambat kemajuan organisasi.

Namun, realitas di lapangan sering kali memperlihatkan noktah hitam dalam proses kaderisasi. Di era digital ini, tidak jarang kita menemui fenomena di mana generasi muda justru terjebak dalam budaya mencemooh pendahulunya. Dalam konteks pengelolaan ormas, sikap menjelek-jelekkan generasi yang lebih tua kerap muncul ke permukaan.

Sebagai contoh, ketika mengevaluasi program kerja, generasi muda dengan mudahnya melabeli metode generasi tua sebagai sesuatu yang “kolot”, “kuno”, atau “tidak efektif”, tanpa mau memahami konteks dan keterbatasan zaman saat program itu pertama kali dirancang. Contoh lain terlihat dalam pengelolaan media sosial atau administrasi organisasi, di mana anak muda sering menyindir ketidakpahaman teknologi (gaptek) para senior secara destruktif di ruang publik atau dalam forum internal, ketimbang menawarkan bantuan secara santun.

Sikap sinis ini sering kali berakar dari sindrom superioritas—munculnya keinginan menggebu-gebu dari generasi muda untuk dianggap sebagai pihak yang paling pintar, paling tahu, dan paling up-to-date. Karena merasa menguasai tren teknologi, kecerdasan buatan, atau teori-teori modern, mereka mengabaikan fakta mendasar bahwa kecerdasan tekstual tidak serta merta menggantikan kematangan emosional. Mereka lupa bahwa pengalaman adalah guru terbaik yang tidak memiliki jalan pintas. Kecerdasan bisa membaca data, tetapi pengalamanlah yang mengajarkan cara membaca manusia, menavigasi konflik internal organisasi, dan menjaga stabilitas ukhuwah saat badai krisis melanda.

Padahal, menghargai karya dan jasa generasi sebelumnya adalah kunci sukses pengkaderan yang paling fundamental. Adab hormat kepada pendahulu harus tetap tegak berdiri. Tanpa fondasi adab yang kuat, generasi muda berisiko kehilangan kompas dan arah, terjebak dalam kesombongan intelektual yang rapuh.

Sebuah organisasi akan menjadi besar jika anak mudanya mampu berdiri di atas pundak para raksasa masa lalu. Artinya, mereka melihat masa depan dengan cara menghormati, merawat, dan menyempurnakan legacy yang telah dibangun oleh para pendahulu mereka, bukan malah meruntuhkannya demi validasi ego sesaat.

Kaderisasi di dalam ormas bukanlah tentang menyingkirkan yang lama untuk diganti yang baru, melainkan tentang bagaimana menyelaraskan harmoni antara kebijaksanaan masa lalu dan inovasi masa depan. Ketika generasi muda mampu menempatkan rasa hormat, kerendahan hati untuk belajar dari pengalaman senior, dan penghargaan terhadap legacy sebagai panglima dalam berkarya, maka kontribusi yang mereka lahirkan tidak hanya akan berdampak secara visual, tetapi juga berkah secara spiritual. Itulah sejatinya generasi unggul yang kita impikan. (wid)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

9 Juni 2016
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
Foto: http://dakwahislam.net/

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
Kirab Bendera Merah Putih Raksasa yang diadakan oleh Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Selasa (16/8) pagi. Dok: LDII Kediri.

Lima Penerapan Sumpah Pemuda dalam Kehidupan Sehari-Hari

28 Oktober 2022
Rakerda DPD LDII Kota Surabaya Tahun 2024

Rakerda DPD LDII Kota Surabaya Tahun 2024

17
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan Hisab dan Rukyat Angkatan ke-3

Meningkatkan Kompetensi Tim Falakiyah Menghadapi Tantangan Hisab dan Rukyat di Era Modern

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu (15/4) di Gedung DPD LDII Gresik. Dok: Lines.

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Merawat Adab dan Legacy: Jembatan Estafet Generasi di Tubuh Ormas

Merawat Adab dan Legacy: Jembatan Estafet Generasi di Tubuh Ormas

29 Juni 2026
Bukan Sekadar Hafalan PAUD, Membumikan 29 Karakter Luhur di Setiap Lini Usia

Bukan Sekadar Hafalan PAUD, Membumikan 29 Karakter Luhur di Setiap Lini Usia

26 Juni 2026
Sebanyak 500 pasangan suami istri yang usia pernikahannya di bawah lima tahun mengikuti Seminar Keharmonisan Rumah Tangga

Edukasi 500 Pasangan Muda, DPD LDII Surabaya Gelar Seminar Keharmonisan Rumah Tangga

21 Juni 2026
Perwakilan Wanita LDII Jawa Timur mengikuti kegiatan Jalan Sehat Menyambut Tahun Baru Islam yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Wanita LDII Jatim Hadiri Jalan Sehat Bersama Gubernur Khofifah

16 Juni 2026

BERITA TERKINI

Merawat Adab dan Legacy: Jembatan Estafet Generasi di Tubuh Ormas

Merawat Adab dan Legacy: Jembatan Estafet Generasi di Tubuh Ormas

29 Juni 2026
Bukan Sekadar Hafalan PAUD, Membumikan 29 Karakter Luhur di Setiap Lini Usia

Bukan Sekadar Hafalan PAUD, Membumikan 29 Karakter Luhur di Setiap Lini Usia

26 Juni 2026
Sebanyak 500 pasangan suami istri yang usia pernikahannya di bawah lima tahun mengikuti Seminar Keharmonisan Rumah Tangga

Edukasi 500 Pasangan Muda, DPD LDII Surabaya Gelar Seminar Keharmonisan Rumah Tangga

21 Juni 2026
Perwakilan Wanita LDII Jawa Timur mengikuti kegiatan Jalan Sehat Menyambut Tahun Baru Islam yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Wanita LDII Jatim Hadiri Jalan Sehat Bersama Gubernur Khofifah

16 Juni 2026
  • BERANDA
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TENTANG KAMI

© 2024 LDII SURABAYA - Official Website LDII SURABAYA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • EDUKASI
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • HUBUNGI KAMI
  • DAFTAR WEBSITE LDII

© 2024 LDII SURABAYA - Official Website LDII SURABAYA