Surabaya – Kegiatan Musa’adah yang diselenggarakan Koordinasi Masjid Surabaya (Koormas) bersama para pengurus masjid (ta’mir) dan pendakwah (mubaligh) menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dalam pembinaan umat. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Hidayatul Muhtadin, pada Minggu (24/5/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut pengurus LDII Kota Surabaya Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD), Edi Warsito. Menurut Edi, forum Musa’adah memiliki peran penting dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama antar pengurus masjid serta pendakwah di Kota Surabaya.
“Forum seperti ini penting karena mempertemukan pengurus masjid dan pendakwah dari berbagai wilayah. Dari sini lahir komunikasi, kerja sama, dan pertukaran pengalaman yang dapat memperkuat pembinaan umat di Surabaya,” ujarnya.
Ia menilai sinergi antar masjid dan organisasi keagamaan perlu terus ditingkatkan agar program pembinaan umat dapat berjalan lebih optimal.
“Kami merasakan manfaat yang besar dari kegiatan seperti ini. Selain memperluas jaringan silaturahmi, forum ini juga menjadi sarana untuk saling berbagi pengalaman dan solusi dalam menghadapi berbagai tantangan dakwah di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dalam dialog interaktif bertema Fiqih Kurban, peserta mendapatkan pemahaman mengenai hikmah dan tata cara pelaksanaan kurban sesuai tuntunan syariat. Edi berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum Iduladha untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial.
“Kami mengharapkan kepada masyarakat, khususnya umat Muslim, agar semakin semangat dalam menjalankan ibadah kurban. Kurban bukan hanya bentuk ibadah sosial, tetapi juga wujud ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT,” tuturnya.
Selain itu, Edi mengajak masyarakat untuk mempercayakan pelaksanaan kurban kepada lembaga dan pengelola masjid yang menjalankan amanah sesuai ketentuan syariat.
“Kami juga berharap masyarakat dapat mempercayakan hewan kurbannya kepada masjid-masjid anggota Koormas. Insya Allah pengelolaannya dilakukan secara amanah dan sesuai dengan syariat Islam sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa hubungan antara LDII Surabaya dan Koormas telah terjalin melalui berbagai program bersama yang bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan umat dan pengelolaan masjid.
“Bentuk kerja sama yang sudah kami lakukan antara lain mengadakan silaturahmi secara bergantian ke seluruh masjid anggota Koormas. Dari kegiatan tersebut kami bisa saling mengenal, mempererat ukhuwah, dan bertukar pengalaman dalam mengelola kegiatan keagamaan,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga mencakup pengembangan kapasitas para pendakwah dan peningkatan tata kelola masjid.
“Kami saling memberikan informasi terkait peningkatan kompetensi para pendakwah dan manajemen masjid. Dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan, kami berharap kualitas pelayanan kepada jamaah semakin baik,” ujarnya.
Sebagai upaya menjaga kebersamaan, Koormas dan para pengurus masjid juga menyelenggarakan kegiatan yang mempererat hubungan antarpeserta.
“Setiap tahun kami mengadakan tour religi sebagai sarana memperkuat silaturahmi. Dengan hubungan yang semakin erat, kami berharap sinergi antar masjid di Surabaya semakin kuat dan manfaatnya dapat dirasakan oleh umat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Musa’adah, Koormas bersama pengurus masjid, pendakwah, dan berbagai elemen masyarakat berharap dapat terus membangun kolaborasi dalam pembinaan umat serta memperkuat peran masjid sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. (ysy)













