Surabaya – Surabaya Generus Community memberikan edukasi dan praktik gizi kepada Remaja LDII di Masjid Sabilul Muttaqin, Bronggalan, Surabaya, Minggu (7/6/2026). Sebanyak 67 remaja putri usia SMP hingga pra nikah mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang.
Ketua Pelaksana, Namira Nurma Yulia, menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan remaja putri tentang masalah kesehatan.
”Saat ini masih banyak remaja putri yang mengalami gangguan kesehatan seperti anemia, kekurangan energi, bahkan obesitas. Salah satu penyebabnya adalah minimnya pengetahuan mengenai pengaturan gizi yang tepat untuk menjaga pola makan yang seimbang,” ujar Namira.
Menurutnya, masa remaja merupakan fase penting yang menentukan kualitas kesehatan seseorang di masa depan. Karena itu, edukasi mengenai pola makan dan gaya hidup sehat perlu diberikan sejak dini agar para remaja memiliki pemahaman yang benar tentang kebutuhan nutrisi tubuhnya.
”Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi sekaligus wawasan mengenai gizi yang tepat dan seimbang bagi remaja putri, sehingga mereka mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Namira berharap ilmu yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal bagi para remaja putri dalam menjaga kesehatannya.
”Harapan kami teman-teman menjadi lebih teredukasi, lebih mengerti, dan lebih aware terhadap kesehatan diri sendiri. Dengan begitu mereka dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi “Gizi Remaja: Nutrisi untuk Pertumbuhan Optimal” yang disampaikan oleh Nutrisionis RSUD dr. Moch. Soewandhie Surabaya, Arini Isna Al Khumaira. Ia menjelaskan, masa remaja merupakan periode pertumbuhan pesat yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang guna mendukung kesehatan fisik dan mental.
”Masa remaja adalah masa pertumbuhan yang sangat menentukan. Kebutuhan gizi yang terpenuhi dengan baik akan membantu pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta menjaga kesehatan reproduksi remaja putri,” jelas Arini.
Arini juga mengingatkan pentingnya menerapkan empat pilar gizi seimbang, yaitu mengonsumsi makanan beragam, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta memantau berat badan secara berkala.
”Gizi seimbang bukan hanya soal makan banyak, tetapi bagaimana tubuh mendapatkan zat gizi yang lengkap sesuai kebutuhannya. Pola hidup sehat harus dibangun melalui kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai permasalahan gizi yang kerap terjadi pada remaja, seperti anemia, kekurangan energi kronis (KEK), gangguan hormonal, dan obesitas. Arini menegaskan bahwa sebagian besar masalah tersebut dapat dicegah melalui pola makan yang baik dan gaya hidup sehat.
”Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia karena kehilangan darah saat menstruasi. Jika tidak dicegah, kondisi ini dapat menyebabkan mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan mengganggu aktivitas belajar,” katanya.
Ia juga menjelaskan tentang bahaya mengkonsumsi gula berlebih di kalangan remaja. Arini menilai kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan makanan tinggi gula saat ini semakin meningkat sehingga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
”Saat ini banyak remaja yang mengonsumsi minuman manis hampir setiap hari. Padahal konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, resistensi insulin, hingga diabetes pada usia yang lebih muda,” ungkapnya.
Ia mengajak para peserta untuk lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman serta membiasakan diri mengonsumsi air putih, sayur, buah, dan sumber protein yang cukup.
”Kesehatan tidak dibangun dalam satu hari, tetapi dari kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Semakin dini remaja memahami pentingnya gizi seimbang, semakin besar peluang mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif,” jelas Arini.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti praktik materi gizi dalam menyusun pola makan sehat dan seimbang. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. (ysy)













