Surabaya – Tim Hilal DPD LDII Surabaya melaksanakan kegiatan rukyatul hilal untuk menentukan pergantian bulan Dzulhijah menuju Muharram 1448 Hijriah pada Senin (15/6/2026). Pengamatan dilakukan di Gedung Kaza lantai 3, Surabaya, oleh tim yang terdiri dari M. Syaifudin dan Bustanul Arifin.
Pengamatan dimulai pukul 16.30 WIB hingga 17.50 WIB. Berdasarkan data hisab, posisi bulan saat pengamatan memiliki azimut 300,05 derajat dan ketinggian (altitude) 8,52 derajat. Kondisi cuaca pada awal pengamatan terpantau cerah, namun mulai pukul 17.18 WIB kawasan ufuk barat tertutup kabut tebal yang mengurangi jarak pandang pengamat.
Salah satu anggota Tim Hilal DPD LDII Surabaya, Bustanul Arifin, menjelaskan bahwa kegiatan rukyatul hilal ini menentukan awal bulan Muharran dalam kalender Hijriah.
“Tujuan pengamatan ini adalah untuk melihat pergantian dari bulan Dzulhijah ke bulan Muharram,” ujarnya.
Pemilihan Gedung Kaza lantai 3 sebagai lokasi pengamatan didasarkan pada pertimbangan ketinggian tempat yang dinilai memadai untuk mengamati hilal di ufuk barat. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan teleskop dan melakukan pengamatan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Meski kondisi cuaca pada awal pengamatan cukup mendukung, hilal tidak berhasil terlihat hingga berakhirnya waktu pengamatan. Menurut Bustanul Arifin, selain faktor cuaca, posisi elongasi bulan yang belum mencukupi juga menjadi salah satu kendala dalam proses rukyat.
“Pengaruh kabut yang muncul menjelang matahari terbenam sangat besar terhadap hasil pengamatan,” jelasnya.
Hasil pengamatan tersebut juga sesuai dengan perhitungan hisab yang telah dilakukan sebelumnya. Namun demikian, Bustanul Arifin menegaskan bahwa penetapan awal bulan Hijriah tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Hasil akhirnya tetap bergantung pada sidang isbat Kementerian Agama pusat, karena hasil pengamatan di setiap titik rukyat atau markaz bisa berbeda-beda,” pungkasnya. (ysy)













