LDII SURABAYA
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • DAFTAR WEBSITE LDII
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • DAFTAR WEBSITE LDII
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII SURABAYA
No Result
View All Result
Home SEPUTAR JATIM

Bupati Nganjuk: Dulu Ponpes Terkesan Kumuh, Kini Makin Modern

Kontributor_Jatim by Kontributor_Jatim
10 Maret 2022
in SEPUTAR JATIM, SEPUTAR PESANTREN
75 1
A A
0
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi (tengah) didampingi Habib Ubaidillah Al Hasaniy meninjau bangunan Rusun santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono, 10 Maret 2022. Dok: Lines Jatim.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi (tengah) didampingi Habib Ubaidillah Al Hasaniy meninjau bangunan Rusun santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono, 10 Maret 2022. Dok: Lines Jatim.

71
SHARES
76
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, meresmikan rumah susun (Rusun) santri Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono, Jawa Timur, Kamis (10/3). Di depan para hadirin, ia mengingatkan tugas pemerintah daerah yaitu membangun fisik (bangunan), sedangkan ulama berperan menebar ilmu dan pengetahuan.

“Sementara masalah pembangunan rohani bagi umat Islam dilakukan oleh para ulama dan kyai,” ujar Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen. Ia menuturkan, zaman kini berubah yang juga mempengaruhi pondok-pondok pesantren.

Menurutnya, dahulu kesan mengenai pondok pesantren itu kumuh dan sempit. Kamar mandinya kotor. “Tapi kini, pondok pesantren makin modern bahkan bangunannya setara hotel,” ujarnya. Kang Marhaen berharap, dengan kondisi yang sangat baik tersebut, pondok-pondok pesantren melahirkan generasi yang unggul.

“Negara dan Pemerintah Daerah Nganjuk memerlukan sumberdaya manusia terbaik. Untuk itu, kami berharap para santri, mubaligh-mubalighoh terus mencari dan menambah ilmu, karena pemerintah membutuhkan sumberdaya manusia yang rohaninya juga baik,” ungkapnya.

Para mubaligh-mubalighoh, menurut Kang Marhaen harus dikembangkan pengetahuan dan wawasannya, “Dengan demikian sarana prasarana untuk menuntut ilmu agama juga harus terus diperbaiki,” pungkasnya. Dengan juru dakwah yang berwawasan, mereka bisa mewaspadai gerakan-gerakan radikalisme yang memecah belah bangsa. Umat Islam menurut Marhaen Djumadi, memiliki kewajiban untuk menjaga kebhinnekaan Indonesia.

Rumah susun (rusun) santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono. Dok: Lines Jatim.
Rumah susun (Rusun) santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono. Dok: Lines Jatim.

 

Senada dengan Kang Marhaen, Habib Ubaidillah Al Hasaniy pengasuh Pondok Pesantren Al Ubaidah mengatakan ia mengkhawatirkan para santri yang tak memiliki wawasan kebangsaan, “Saat di pesantren mereka akan baik-baik saja, tapi begitu lulus dan berada di tengah masyarakat, mereka akan menjumpai berbagai pemikiran, salah satunya radikalisme,” ungkap Habib Ubaidillah.

Pentingnya wawasan kebangsaan bagi para santri, mendorong Ponpes Al Ubaidah menggalang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Kantor Kementerian Agama (Kakan kemenag), Kodim dan Polsek Nganjuk, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberikan materi wawasan kebangsaan, bela negara, dan etika berdakwah.

“Program tersebut menjadi program rutin, pemerintah kabupaten, Kemenag, aparat, dan MUI memberikan materi setiap bulan bagi para santri yang menjalani ujian dan diklat terakhir di pondok ini,” ujar Habib Ubaidillah yang akrab disapa Habib Ubaid.

Ia meyakini, para santri dan santriwati LDII yang nanti menjadi dai dan daiyah mampu menjaga NKRI dan selalu bersyukur atas jasa pendahulu, “Pondok pesantren mengajarkan agama sekaligus wawasan kebangsaan, sehingga dapat melahirkan generasi yang alim-fakih, berakhlakul karimah dan mandiri,” ujar Habib Ubaid.

Ketidakseimbangan antara pendidikan jasmani dan rohani, menurut Habib Ubaid hanya menghasilkan generasi yang tidak bersyukur atas jasa pemerintah. Mereka hanya menganggap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Harga Mati hanya slogan. Habib Ubaid menegaskan, keberadaan rusun santri tersebut merupakan rezeki yang tak diduga-duga dan merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada Ponpes Al Ubaidah, “Kami atas nama pribadi dan lembaga mengapresiasi, bersyukur dan berterima masih atas bantuan semua pihak,” ujarnya.

Namun, menurutnya pihaknya akan membalas jasa semua pihak tersebut dengan harta terbesar yang dimiliki Ponpes Al Ubaidah, “Harta kami adalah para santri, mereka generasi penerus yang akan membantu pemerintah dan masyarakat dalam segala aspek pembangunan. Untuk itu kami berkomitmen meningkatkan kualitas mereka, baik dari sisi keagamaan maupun wawasan kebangsaan,” tutupnya.

Rusun santri yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut terdiri dari dua lantai yang dilengkapi 69 tempat tidur. Lokasinya berada di sebelah Ponpes Al Ubaidah, tepat di perumahan para guru dan pengurus ponpes.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • BERANDA
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TENTANG KAMI

© 2024 LDII SURABAYA - Official Website LDII SURABAYA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • EDUKASI
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPD LDII SURABAYA 2020-2025
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII SURABAYA
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII SURABAYA
  • HUBUNGI KAMI
  • DAFTAR WEBSITE LDII

© 2024 LDII SURABAYA - Official Website LDII SURABAYA